MAGETAN- Jelang perayaan hari raya Imlek perajin lampion di Kabupaten Magetan kebanjiran order. Bahkan saat ini orderan naik hingga 30 persen dibanding hari - hari biasa.
Salah satunya yang dialami Edy Purwanto, 40 tahun, warga Kelurahan Sukowinangun, Kecamatan Kabupaten Magetan, jelang Imlek ini, omzetnya naik 30 persen.
Kerajinan lampion yang berbahan baku dari rotan, kain dan lem khusus tersebut, selain dijual saat jelang perayaan Imlek di Magetan, juga dijual ke pulau Bali, dan bahkan sudah tembus pasar dinegara Australia. Banyaknya orderan, menjadi berkah tersendiri bagi Edy, dan dalam satu hari, ia dapat membuat sampai 16 buah lampion.
" Dalam sepekan terakhir, saya sudah mengirim seribu lampion ke berbagai wilayah di Kabupaten Magetan, Bali hingga ke negara Australia, dan rata - digunakan untuk perayaan Imlek " Turi Edy Purwanto, pengrajin lampion asal Magetan.
Dan untuk harga lampion tersebut, dijual mulai 40 ribu rupiah untuk ukuran kecil, sedangkan lampion dengan ukuran besar, ia jual dengan harga 100 ribu rupiah.
Sementara itu, ide pembuatan kerajinan lampion tersebut, berawal saat ia bekerja di sebuah proyek dan melihat aneka bentuk lampion yang dipajang di proyek tersebut, dan dari situlah ia mulai mencoba membuat lampion. Dan dari sebagai profesi pengrajin lampion, ia dapat menopang kebutuhan ekonomi keluarganya.
Bisnis kerajinan lampion tersebut, sempat terpuruk saat pandemi, namun seiringnya waktu, ia kembali bangkit dan kini sukses mengembangkan usahanya tersebut. ( Yoni )
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Prabasonta/Erik P |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi