SUARA INDONESIA MAGETAN

Hama Burung Serang Puluhan Hektar Tanaman Padi Milik Petani Di Magetan

Prabasonta/Erik P - 25 January 2022 | 09:01
Peristiwa Daerah Hama Burung Serang Puluhan Hektar Tanaman Padi Milik Petani Di Magetan
Salah satu petani padi yang berada di Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan yang mengusir serangan hama burung emprit secara manual. ( Foto; Yoni/SuaraIndonesia.co.id )

MAGETAN- Puluhan hektar tanaman padi milik petani di Kabupaten Magetan diserang hama burung Java Munia, orang Jawa biasa menyebutnya dengan burung emprit. Serangan hama burung tersebut, salah satunya terjadi di area puluhan hektar sawah milik petani di Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan.

Akibat serangan hama burung tersebut, membuat bulir padi menjadi rontok, dan parahnya lagi, petani tidak bisa berbuat banyak. Dampak dari rontoknya bulir padi akibat serangan hama burung, membuat hasil panen berkurang hingga 20 persen. 

Serangan hama burung Java Munia atau petani sering menyebutnya dengan burung emprit, menyerang disaat tanaman padi berumur 65 hari. Burung emprit, menyerang tanaman padi petani dimulai pada pagi hari sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 wib, sementara pada serangan kedua dimulai pada pukul 17.00 hingga menjelang adzan maghrib.

Hama burung tersebut menyerang tanaman padi milik petani secara bergelombang dan berkelompok, dalam satu kelompok ada sekitar lebih dari 300 ekor burung.

"Serangan hama burung emprit terjadi sejak padi berumur 65 hari, saya dan petani lain kwalahan untuk membasmi hama burung tersebut, dan dalam setiap kali serangan ada lebih dari 300 ekor burung, serta serangannya secara bergelombang, jika kami biarkan tanpa kita usir, maka bulir tanaman padi kami habis, kami sangat mengharapkan bantuan untuk membasmi hama burung emprit tersebut," tutur Miran, petani padi Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Madiun.

Untuk mengatasi hama burung emprit tersebut, petani hanya bisa mengusir dengan teknik manual mereka hanya bisa pasrah, karena masa panen tinggal 2 Minggu lagi.

 Saya dan petani padi di Desa ini resah dengan adanya serangan hama burung, dan kami hanya bisa pasrah, karena hanya dapat mengusir dengan cara manual, apalagi masa panen tinggal dua minggu lagi," kata Karno, petani padi yang tanaman padinya tiap hari diserang hama burung emprit.

 Sementara itu, serangan hama burung emprit tersebut menyerang lahan pertanian padi yang tersebar disejumlah wilayah di Kabupaten Magetan, rata rata burung emprit tersebut menyerang tanaman padi milik petani yang sebentar lagi mau dipanen atau tanaman padi yang memasuki umur 65 hari. ( Yoni )

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Prabasonta/Erik P
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya